Selasa, 25 Desember 2012

PERAN & DETERMINAN PEMASARAN SOSAIL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT (Tugas Individu Pemasaran Sosial)


(Oleh: Wilmawati Wahyudin_F1D2 10 175)
Pemasaran soaial  dapat di artikan perancangan, penerapan, dan pengendalian program yang ditujukan untuk meningkatkan penerimaan suatu gagasan atau praktik tertentu pada suatu kelompok sasaran. Pada dasarnya pemasaran sosial tidak berbeda dengan pemasaran komersia. Pemasaran sosial menggunakan teknis analisis yang sama : reset pasar, pengembangan produk, penentuan harga, keterjangkauan, dan promosi.
Pemasaran Sosial pertama kali diperkenalkan tahun1971, yaitu untuk membedakan pengguanaan prinsip dan teknik pemasaran untuk memajukan suatu perubahan sosial, ide atau perilaku. Setelah kata kata itu berkembang pengertiannya menjadi suatu teknologi manajemen perubahan sosial yang melibatkan desain, implementasi dan kontrol dari program penerimaan suatu ide atau praktik sosial dalam satu kelompok atau target adopter.
Pelaksanaan pemasaran sosial ini menggunakan konsep-konsep segmentasi pasar, riset khalayak, pengembangan dan pengujian konsep produk, komunikasi, fasilitas, intensifikasi serta teori perubahan untuk memaksimalkan tanggapan terhadap target adopter.

Pemasaran sosial digunakan karena beberapa alasan, yaitu ;
  1. pengalaman disektor komersial, keberhasilan dalam menjangkau konsumen serta kesediaan konsumen untuk membayar atau membeli.
  2. Pengalaman disektor sosial, resestensi terhadap program sosial ke enggangan masyarakat untuk membayar pelayanan sosial.
  3. Penggunaan proteksi, ancaman, dan inforement pada kegiatan pembangunan atau pelayanan sosial, misalnya safari KB.
  4. Orientasi konsumen versus orientasi produsen ; kuatnya orientasi konsumen di sector komersial kuatnya orientasi provedeo pada sector sosial.
  5. Kecenderungan penggunaan power di sector sosial oleh aparat pemerintah memunculkan program yang top down, instruktif dan mengandalkan mobilitasi massa.
  6. Disektor komersial, pengusaha menyadari tidak dimilikinya power untuk memaksa konsumen sehingga mendorong pengembangan upaya yang menjadi kebutuhan konsumen.
Sedangkan ilmu perilaku di lihat dari segi biologis adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan baik yang dapat diamatai secara langsung ataupun tidak langsung. Menurut Skiner (1983) seorang ahli psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar).

Produk Sosial terdapat 3 tipe :
1.    Tipe pertama adalah gagasan sosial (Social Idea), yang terdapat bentuk berupa suatu kepercayaan, sikap atau nilai.
a)    Dalam persoalan tertentu bisa saja terjadi bahwa intinya adalah kepercayaan. Contohnya seperti dalam kampanye anti merokok,adalah kepercayaan bahwa merokok itu membahayakan kesehatan. Suatu kepercayaan adalah sebuah persepsi yang diambil sekitar hal-hal faktual,suatu hal yang tidak membutuhkan evaluasi secara kritis.
b)   Gagasan sosial bisa merupakan sebuah sikap. Contohnya adalah kalimat yang biasa digunakan dalam kampanye program keluarga berencana. Bayi yang direncanakan akan lebih diperhatikan dibandingkan bayi yang lahir akibat kehamilan mendadak.
c)    GagAsan sosial bisa juga berupa nilai, seperti hak asasi manusia atau seperti dalam kampanye tentang pembauran [umumnya berkaitan dengan wni keturunan cina] yang berupaya mengubah nilai masyarakat yang disadarai atas prasangka fanatik dan stereotipe yang menggeneralisasi suatu hal.
c)
2.    Tipe produk sosial kedua adalah praktik sosial
2.Ini bisa berupa peristiwa yang terjadi akibat aksi perorangan , seperti yang ditunjukan pada vaksinasi  atau keikut sertakan dalam pemilihan umum. Juga bisa berupa pola perilaku yang sukar dirubah, seperti berhenti merokok.
3.    Tipe produk sosial ketiga adalah suatu tujuan perubahan sosial yang melibatkan kasat mata.
3.Produk kasat mata menunjuka pada produk fisik yang menyertai suatu kampanye sosial. Seperti pilkontrasepsi atau kondom yaitu alat-alat yang berguna dalam menyempurnakan praktik sosial, dalam konteks praktik keluarga berencana.



Pemasaran sosial memperkenalkan gagasan-gagasan sesuai praktik sosial. Tujuan akhirnya adalah perubahan perilaku. Jadi, pengenalan kampanye gizi tidak sesederhana menolong konsumen mengetahui dan mendorong minatnya memperbaiki gizi, namun lebih jauh lagi adalah untuk mengubah pola kebiasaan makan masyarakat.

Target Adopter
Tujuan-tujuan pemasaran sosial mengarah pada suatu kelompok atau lebih target adopter. Ada sejumlah kelompok yang dapat diatasi dengan cara-cara yang beragam seperti atas dasar : usia, status sosial ekonomi, jumlah keluarga atau lokasi geografis. Harus dilakukan membedakan segmen pasar tersebut secara lebih tajan, seperti gadis remaja yang hidup di kota besar, wanita karir berkeluarga yang tidak ingin pumya amak lagi, atau ibu metropolis yang ingin mengontrol terhadap kelahiran bayinya.
Tiap target adopter, memiliki seperangkat kepercayaan, sikap dan nilai. Program pemasaran sosial dibentuk dan disesuaikan dengan kebutuhan dari setiap segmen populasi. Pemasaran sosial memerlukan pengetahuan tentang setiap kelompok target adopter, termasuk di dalamnya :
a)         Karakteristik sosial-demografis, atribut-atribut eksternal dari kelas sosial, penghasilan, pendidikan, umur, pekerjaan dan seterusnya.
b)        Profil psikologis, atribut-atribut internal se[erti sikap, nilai, motivasi dan kepribadian.
c)         Karakteristik perilaku, pola perilaku, kebiasaan beli da. Karakteristik pengambilan keputusan.
Dengan mengetahui target adopter dengan cara-cara tersebut di atas, memungkinkan perencana pemasaran sosial untuk membuat perkiraan ( prediksi) yang lebih akurat. Perkiraan tersebut, adalah prasyarat kemampuan untuk mempengaruhi hasil. Juga akan berdampak pada keberhasilan program. Fakta ini dapat dilihat dari kasus kelompok religius yang menentang program keluarga berencana.
Kelompok-kelompok yang mempengaruhi langsung terhadap keberhasilan program perubahan sosial :
a.         Kelompok yang memberi bantuan izin, seperti lembaga pengatur perizinan atau yang berwenang secara hukum yang dibutuhkan untuk mendistribusikan program yang akan dijalankan.
b.         Kelompok pendukung, seperti dokter atau staf medis lainnya yang berpartisipasi untuk mendukung kegiatan yang dibutuhkan dalam menyampaikan pelayanan-pelayanan dalam sebuah program distribusi kontrasepsi secara klinis.
c.         Kelompok evaluasi, seperti komite legislatif yang memberi evaluasi akhir. Apakah punya pengaruh yang menguntungkan ataukah merugikan pada program distribusi?
Sebuah program pemasaran sosial yang efektif membutuhkan tentang karakteristik tiap kelompok yang berpengaruh dan memenuhi kebutuhan setiap kelompok dalam suatu strategipemasaran yang tepat.

Proses Pengelolaan Pemasaran Sosial
Pengelolaan pemasaran sosial tidak dikelola hanya oleh departemen pemasaran saja, namun juga dikelola oleh beberapa departemen. Kotler mengusulkan hubungan-hubungan yang harusnya tetap berlangsung antar program dan perencanaan strategis berbagai departemen.
Peranan departemen lainnya, seperti administrasi, keuangan, personalia danasi adalah pendukung tujuan dan strategi pemasaran dalam bentuk pemenuham 4 unsur penting yaitu : dana, perlengkapan dan tenaga kerja.
Proses suatu kegiatan pemasaran sosial berpijak pada analisis lingkungan pemasarannya, penelitian populasi target adopter, pendefinisian problem dan kemungkinan bagi pemecahan permasalahan sosial, merancang strategi, merancang marketing mix, serta pengorganisasian, implementasi, kontrol dan evaluasi terhadap usaha kegiatan pemasaran sosial.
Proses kegiatan Pemasaran sosial :
1)   Menganalisis Lingkungan Pemasaran Sosial
1)Langkah pertama proses pengelolaan pemasaran siosial adalah menganalisis secara dini berkenaan dengan kampanye sosial yang khusus.
2)   Meneliti Populasi Target Adopter
2)Perlu dimengerti target adopter berikut kebutuhan-kebutuhannya. Setiap kelompok memiliki karakteristik tertentu dalam menanggapi kampanye sosial.
3)   Merancang Tujuan Dan Strategi Pemasaran Sosial
3)Tujuan pemasaran sosial haruslah spesifik, terukur (measureable) dan dapat dicapai. Seringkali tujuan tidak diungkapkan secara spesifik, dengan demikian akan sulit untuk diukur, misalnya “peningkatan kesejahteraan anak-anak” atau “peningkatan kualitas hidup”.
4)   Mendisain tujuan program secara spesifik dan terujur, dapat dilihat dalam bagan ini :
4) Dengan memiliki seperangkat tujuan program, harus diputuskan pada tingkat apa pengeluaran anggaran dibutuhkan untuk mencapainya. Pada tahap ini, disebut sebagai upaya penganggaran.
4)
5)   Merencanakan Program Pemasaran Sosial
5)Setelah strategi dirancang, maka harus disiapkan rician program sosial marketing-mix- nya. Elemen-elemen sosial marketing-mix dari media massa harus selektif dan dikembangkan dalam program yang taktis. Maka pertimbangkan hal berikut ini :
5)Pemilihan yang hati-hati terhadap biro iklan
5)Perancangan dan penampilan iklan
5)Seleksi media dan waktu yang tepat
5)Penentuan harga adalah alat pemasaran lainnya yang diperlukan dalam program taktis. Hal ini juga dikaitkan pada biaya yang harus dibebankan kepada target adopter untuk beraksi sekarang juga. Pelbagai variasi program taktis akan berbeda satu sama lainnya sesuai produk sosialnya.
6)   Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi
6)Dalam  proses pengaturan pemasaran sosial, lamgkah akhirnya adalah mengorganisasi sumber-sumber daya pemasaran, melaksanakan program sosial marketing-mix, mengontrol kinerja pelaksanaan program serta mengevaluasikan hasil(pengaruhi sosial danetik) dari kegiatan di lapangan. Prinsip manajemen tersebut menekankan bahwa hasil yang terbaik disebabkan oleh perencanakan yang dilksanakan dan diawasi secara efektif.sementara itu pelaksanaan dan pengawasan yang efektif membutuhan data akurat tentang tanggapan kelompok target adopter atas pelaksanaan program pemasaran sosial tersebut.
6)


Sumber :
Cahyowati Diah Tri, M.Si. Dra. 2011. Bentuk Dan Tugas Pemasaran Sosial Sosial. pksm.mercubuana.ac.id.
Pratama S. 2012. Pemasaran Sosial. www.syasapratama.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar